Monday, December 25, 2017

13 Tahun Tsunami Aceh : Zikir Internasional bersama UAS

Aceh. Hari ini, Selasa (26/12/2017), Tepat 13 tahun lalu Hari ini, saat umat kristen baru saja merayakan Natal, tsunami dahsyat menerjang Aceh. Bencana alam ini dipicu gempa 9,1 skala richter di Samudera Hindia. Dari bencana tersebut sebanyak 130.736 jiwa dan lebih dari 500 ribu penduduk Aceh kehilangan tempat tinggal. 

Besarnya gempa menyebabkan gelombang tsunami yang menghantam Aceh, Khaolak-Thailand, Sri Lanka, India, Myanmar, dan pesisir timur Afrika. Bencana ini kemudian didaulat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai salah satu bencana terbesar pada abad ke-21. 

Untuk memperingati bencana yang dahsyat itu Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memerintahkan warganya menaikkan Bendera Merah Putih setengah tiang demi mengenang bencana gempa dan tsunami Aceh yang terjadi 13 tahun silam.

"Penaikan bendera setengah tiang berlangsung tiga hari, terhitung sejak 25 hingga 27 Desember 2017 dalam rangka mengenang tragedi tsunami menerpa Aceh pada 26 Desember 2004," kata Sekda Aceh Barat Bukhari di Meulaboh, Senin (25/12/2017).

Zikir Internasional di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Dilansir dari Serambi Indonesia, Ustaz Abdul Somad dijadwalkan akan menghadiri Zikir Internasional di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Selasa (26/12/2017) malam.
Tidak hanya Zikir Internasional, netizen melalui akun sosial media Twitter juga membagikan kegiatan yang akan dilaksankan untuk peringatan 13 Tahun Tsunami Aceh.


Sementara itu Dalam surat edaran peringatan 13 tahun tsunami Aceh, Sekda Aceh Barat meminta bendera setengah tiang dikibarkan oleh instansi pemerintah, rumah-rumah penduduk dan semua pertokoan."Kami juga meminta masyarakat daerah ini untuk dapat mengisi acara yang bernuansa Islami seperti tafakkur, tasyakur dan tausiah di masjid-masjid, meunasah, surau, dayah, pesantren serta tempat ibadah lainnya," kata Bukhari seperti dikutip Antara.

Kasubag Hubungan Media Massa Sekdakab Aceh Barat Adi Wijaya menyatakan akan menggelar zikir akbar memperingati 13 tahun gempa dan tsunami Aceh yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh.

Tujuan memperingati Tsunami Aceh

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Rahmadhani menyebutkan, ada empat tujuan utama yang ingin dicapai dari penyelenggaraan peringatan gempa dan tsunami Aceh setiap tahunnya. Yakni refleksi, apresiasi, mitigasi dan promosi.

"Kejadian gempa dan tsunami masa lalu menyadarkan kita betapa kecil dan tidak berdayanya manusia di hadapan Allah SWT, dan setiap kejadian bencana tersebut harus menjadi ibrah sebagai introspeksi diri dan inilah bagian dari refleksi," sebut Rahmadhani.

Ramadhani juga menambahkan "Adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat dan Pemerintah Aceh untuk mengenang serta membangun semangat kesadaran masyarakat menuju budaya siaga bencana," 


EmoticonEmoticon