Wednesday, January 11, 2017

Nelayan yang "Puas"

https://unsplash.com

Usahawan kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai sedang  berbaring  bermalas-malasan  di  samping  perahunya, sambil mengisap rokok.

'Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?' tanya  usahawan itu.

 'Karena  ikan  yang  kutangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,' jawab nelayan.

 'Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi  daripada  yang kau perlukan?' tanya usahawan.

 'Untuk apa?' nelayan balas bertanya.


 'Engkau  dapat  mengumpulkan  uang  lebih banyak,' jawabnya.
 'Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, sehingga engkau  dapat  melaut  lebih  jauh dan menangkap ikan lebih banyak. Kemudian engkau mempunyai cukup  banyak  uang  untuk membeli pukat nilon. Itu akan menghasilkan ikan lebih banyak lagi, jadi juga uang lebih banyak lagi. Nah, segera  uangmu cukup  untuk  membeli  dua kapal ... bahkan mungkin sejumlah kapal. Lalu kau pun akan menjadi kaya seperti aku.'
Baca juga : Kufur Nikmat
 'Selanjutnya aku mesti berbuat apa?' tanya si nelayan.

 'Selanjutnya kau bisa  beristirahat  dan  menikmati  hidup,' kata si usahawan.

 'Menurut  pendapatmu,  sekarang Ini aku sedang berbuat apa?' kata si nelayan puas.

 Lebih bijaksana  menjaga  kemampuan  untuk  menikmati  hidup
 seutuhnya daripada memupuk uang.

                      (Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ,)


EmoticonEmoticon